TEKNOARENA.NET – Kebanyakan orang mungkin berfikir bahwa mereka menggunakan aplikasi layanan web seperti Youtube, Gmail dan Facebook dengan gratis, tapi tahukah sobat tekno bahwa sesungguhnya kita menggunakan layanan tersebut dengan tidak “gratis” dan ada harga yang dibayar.

Penyedia layanan web tersebut tentu dalam operasionalnya tidak gratis, mereka membutuhkan banyak uang, mulai dari menyediakan server/penyimpanan hingga staf, kantor, dan lainnya. Saat sobat tekno mendaftar untuk mendapatkan akun gratis, tentunya sudah secara sadar menerima persyaratan layanan yang tentu saja, tidak mungkin dibaca secara detail satu persatu.

Dilansir dari tech Advsior, istilah-istilah tersebut (dalam persyaratan) biasanya menjelaskan bahwa sebagai imbalan dari membiarkan menggunakan layanan secara gratis, Sobat tekno secara tidak sadar mengizinkan perusahaan untuk menjual data sobat tekno ke perusahaan lain.

Contoh kecil mungkin sobat tekno pernah mencari sesuatu barang entah mulai dari browsing di web, marketplace dll tiba-tiba semua iklan di medsos membanjiri beranda dengan iklan yang sesuai dengan yang selama ini sobat cari atau bahkan sampai muncul di email, itulah yang sobat tekno bayar untuk layanan gratis agar tetap berjalan.

Data dapat berupa hal-hal yang jelas seperti nama, alamat, jenis kelamin, usia, status perkawinan Anda. Tetapi data juga dapat berupa lokasi Sobat tekno saat ini, merek dan model perangkat yang digunakan, berapa lama menggunakan layanan, dan bahkan informasi yang lebih detail dari itu. Perusahaan akan membayar banyak uang untuk mengetahui riwayat pencarian Sobat tekno, produk mana yang Anda pikirkan untuk dibeli, ke mana berencana pergi berlibur dan kemudian mengiklankannya kembali diberanda sobat.

Apa yang mungkin tidak Sobat tekno ketahui adalah seberapa berharga semua data itu. Perusahaan privasi data LetAlone mengatakan orang tidak menyadari bahwa Facebook, misalnya, menghasilkan hingga US$900 per tahun (sekitar £670) dengan menjual informasi pribadi setiap pengguna ke perusahaan lain.

Minggu terakhir ini, ia mensurvei 1000 pengguna Facebook dewasa di Inggris dan menemukan bahwa, rata-rata, mereka hanya menginginkan £250 per tahun untuk data itu. Tapi, tentu saja, mereka tidak memberikannya secara gratis.

Penelitian ini menemukan bahwa lebih dari setengah responden sekitar 57% terkejut dan marah karena data mereka dibagikan tanpa izin mereka dan sekitar 40% “marah” karena Facebook (dan platform lainnya) bahkan sampai menjual informasi detail seperti tempat tinggal dan tempat kerja. Mengerikan bukan!

Padahal secara tidak sadar mereka semua secara tidak sadar telah memberikan izin ini. Inilah sebabnya mengapa penting untuk membaca apa yang Sobat tekno setujui saat mendaftar untuk akun apa pun.

Dengan 42 juta pengguna Facebook, Facebook menghasilkan sekitar $37 miliar per tahun dari pengguna di Inggris saja, belum lagi di Indonesia yang penduduknya hampir memenuhi populasi facebook.

Tetapi kabar baiknya muncul perusahaan baru seperti LetAlone yang menjanjikan untuk membantu Sobat tekno mengontrol apa yang terjadi pada data Sobat, dan mendapatkan bagian dari nilainya.

Namun kabar buruknya hal ini tidak membantu sobat tekno yang sudah terlanjur menggunakan Facebook atau akun apa pun yang telah dibuat karena sobat telah menandatangani hak atas data tersebut. Juga sangat tidak mungkin untuk menghapus data itu dan yang dapat sobat lakukan hanyalah menutup akun dan berhenti menggunakan layanan tersebut.

Menggunakan software privasi dan keamanan yang ada seperti VPN dan antivirus juga tidak membantu. Saat Sobat tekno masuk ke Facebook, VPN tidak dapat membuat sobat anonim hal yang terjadi adalah sobat tetap memberi tahu Facebook siapa sobat sebenarnya.

Dan bahkan jika tidak login di medsos, menggunakan sidik jari dapat menginformasikan data seperti yang telah disebutkan seperti model iPhone yang sobat gunakan dan banyak data yang disediakan oleh browser web favorit, seperti ukuran dan resolusi layar, dapat mengidentifikasi sobat dari setiap pengguna lain sehingga aktivitas terentu masih dapat dikaitkan dengan aktivitas sobat dan data berharga inilah yang dijual.

LetAlone menganggap semua perilaku ini harus berubah dan pengguna harus dapat melihat data (transparasi) apa yang dimiliki perusahaan dan dapat memilih apakah informasi dijual atau tidak. Dan jika ya, sobat juga harus mendapatkan bayaran atas hal tersebut.

Undang-undang seperti GDPR di Eropa dan CCPA di California telah membantu memastikan data dikelola dan digunakan dengan tepat, tetapi ini bukan jaminan bahwa data akan tetap bersifat pribadi. Sudah ada katalog perusahaan yang terkena denda besar karena melanggar undang-undang tersebut, termasuk €50 juta untuk Google (gagal membuat informasi pemrosesan data mudah diakses pengguna), €32 juta untuk H&M (yang diam-diam memantau karyawan), £20 juta untuk British Airways (untuk pelanggaran data yang melibatkan 400.000 pelanggan) dan lebih dari £18 juta untuk Hotel Marriott (untuk kebocoran lain karena peretasan).

Yuk mulai sekarang sobat Tekno coba mulai pikirkan dengan bijak menggunakan semua layanan gratis yang tersedia di web.